Image1 Image2 Image3 Image4 Image5 Image6 Image7

0 Metode Deteksi Kebuntingan Pada Ternak Sapi

Deteksi Kebuntingan

Deteksi kebuntingan dini  pada ternak  sangat penting  bagi  sebuah  manajemen reproduksi sebagaimana ditinja u dari segi ekonomi. Mengetahu i bahwa ternaknya bunting atau tidak mempunyai nilai ekonomis yang perlu diper timbangkan sebagai hal penting bagi manajemen reproduksi yang harus diterapkan. Metoda secara klinik dan imunologi tertera pada  gambar 1. Pemilihan metoda tergantung pada spesies, umur kebuningan, biaya, ketepatan   dan kecepatan diagnosa.  Secara umum, diagnosa kebuntingan dini diperlukan dalam hal : 
  • Mengindentifikasi  ternak yang tidak bunting segera setelah perkawinan
    atau IB sehingga wakt u  produksi  yang hilang karena infertilitas dapat
    ditekan dengan penanganan yang tepat.
  • Sebagai pertimbangan apabila ternak harus dijual atau di culling
  • Untuk menekan biaya pada breeding program yang menggunakan teknik
    hormonal yang mahal
  • Membantu manajemen ternak yang ekonomis  (Jainudeen and Hafez, 2000) 
Non Return to Estrus (NR)
Selama kebuningan, konseptus m enekan regresi corpus luteum ( CL) dan mencegah hewan kembali estrus. Oleh sebab itu, apabila hewan tidak kembali estrus setelah perkawinan maka diasumsikan bunting. Pada sapi dan kerbau, ketidakhadiran estrus setelah perkawinan digunakan secara luas oleh peternak dan sentra-sentra IB  sebagai  indikator terjadinya kebuntingan, tetapi ketepatan metoda ini tergantun g dari ketepatan deteksi estru snya.  Pada kerbau, penggunaan metoda NR ini tidak dapat dipercaya karena sulitnya mendeteksi estrus. 

Metode Klinis pada Diagnosa Kebuntingan 
Metoda klinis tergantung deteksi pada konseptus-fetus, membran fetus dan cairan fetus. Metoda ini meliputi eksplorasi rektal dan teknik ultrasonografi. Radiografi sebagai metoda diagnosa kebuntingan pa da domba, kambing dan babi saa t ini sudah harus ditinggalkan karena adanya bahaya radiasi bagi operatornya. selanjutnya...


0 komentar:

Feeds Comments